Dari sisi produksi, perseroan mencatatkan produksi TBS sebesar 492 ribu ton atau meningkat 2,7 persen YoY.
Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan produksi TBS kebun plasma sebesar 6,2 persen YoY, sementara kebun inti meningkat 1,8 persen YoY.
Produksi CPO tercatat meningkat 2,1 persen menjadi 141 ribu ton, diikuti Palm Kernel (PK) 2,9 persen YoY sebesar 27 ribu ton, dan Palm Kernel Oil (PKO) 5,7 persen YoY sebesar 8,5 ribu ton.
Kinerja operasional tercermin dari Oil Extraction Rate (OER) sebesar 23,32 persen serta tingkat Free Fatty Acid (FFA) di kisaran 3 persen.
Pada segmen industri kayu, tekanan pasar global masih berlanjut hingga kuartal I-2026, seiring melemahnya permintaan terhadap produk panel dan, terutama engineered flooring yang memiliki eksposur tinggi ke Amerika Serikat.
Ketidakpastian dalam penerapan kebijakan dan administrasi tarif di Amerika Serikat (AS), turut menekan permintaan, meningkatkan kehati-hatian pembeli dan penundaan keputusan pembelian.