Perseroan mencatatkan penjualan panel kayu sebesar 26 ribu m3 dan engineered flooring mencatatkan volume penjualan sebesar 56 ribu m2. Baik panel maupun engineered flooring mengalami penurunan volume penjualan masing-masing 11,5 persen dan 63,2 persen YoY.
Pada segmen energi terbarukan, pendapatan tercatat sebesar Rp40,2 miliar, turun 8,4 persen YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh volume ekspor cangkang inti sawit (Palm Kernel Shell/PKS) yang menurun akibat melemahnya permintaan di pasar biomassa Jepang.
Hingga 31 Maret 2026, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp17,7 triliun, meningkat 0,8 persen YoY. Liabilitas tercatat sebesar Rp5,7 triliun dan ekuitas sebesar Rp12 triliun.
(DESI ANGRIANI)