sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

PGEO Bukukan Pendapatan USD432,73 Juta Sepanjang 2025

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
08/03/2026 20:08 WIB
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membukukan total pendapatan sebesar USD432,73 juta sepanjang 2025.
PGEO Bukukan Pendapatan USD432,73 Juta Sepanjang 2025. (Foto Istimewa)
PGEO Bukukan Pendapatan USD432,73 Juta Sepanjang 2025. (Foto Istimewa)

IDXChannel – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membukukan total pendapatan sebesar USD432,73 juta sepanjang 2025. Angka ini meningkat sebesar 6,29 persen secara year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang tercatat sebesar USD407,12 juta.

Seiring capaian tersebut, laba bersih yang berhasil diraup sebesar USD137,67 juta, turun dari USD160,30 juta pada 2024.

“Capaian ini menunjukkan kinerja PGEO yang tetap berada pada jalur yang sehat, mencerminkan fundamental keuangan perseroan yang kuat. Kondisi tersebut turut didukung oleh kinerja operasional yang mencatatkan produksi tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high dengan kenaikan produksi sebesar 5,6 persen pada 2025,” ujar Direktur Keuangan PGEO Yurizki Rio dalam keterangan resmi, Minggu (8/3/2026).

Dia menerangkan, di tengah dinamika industri dan perubahan lansekap energi global, PGEO konsisten memperluas pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia sebagai bagian dari kontribusi perseroan dalam mempercepat agenda transisi energi nasional.

Yurizki menjelaskan, saat ini PGEO berfokus pada pertumbuhan jangka panjang dengan berinvestasi pada berbagai proyek quick win untuk meningkatkan kapasitas terpasang dan produksi panas bumi. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kinerja keuangan perseroan secara berkelanjutan.

"Di saat yang sama, PGEO juga terus memperluas kapasitas terpasang melalui sejumlah proyek strategis di berbagai wilayah kerja panas bumi. Dalam jangka panjang, perseroan menargetkan kapasitas terpasang hingga 3 gigawatt (GW) yang telah teridentifikasi dari 15 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola," katanya.

Beberapa proyek kunci PGEO untuk mencapai target tersebut antara lain pengembangan Lumut Balai Unit 3 dan 4 (2×55 MW), Hululais Unit 1 dan 2 (110 MW), serta Lahendong Unit 7 & 8 (2×20 MW) dan Binary Unit (10 MW). PGEO juga tengah mengembangkan sejumlah proyek co-generation dengan total kapasitas 230 MW.

Selain itu, PGEO juga terus memperkuat sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendorong percepatan transisi menuju energi bersih. Pada Agustus 2025, PGEO menjalin kerja sama dengan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) untuk mempercepat pengembangan panas bumi melalui 19 proyek eksisting dengan total kapasitas 530 MW. 

"Melalui kolaborasi ini, potensi tambahan kapasitas diperkirakan dapat mencapai hingga 1.130 MW, yang berasal dari wilayah kerja yang telah berproduksi maupun area prospektif baru," ujar dia.

Langkah ini sekaligus menegaskan kontribusi PGEO dalam mendukung target perluasan kapasitas pembangkit berbasis energi baru terbarukan hingga 76 persen pada periode 2025-2034 sebagaimana tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Melalui berbagai upaya ini, PGEO berupaya memastikan bahwa manfaat pemanfaatan energi panas bumi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama PGEO Ahmad Yani mengungkapkan, perseroan menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan seiring dengan upaya optimalisasi potensi panas bumi nasional.

Apalagi, PGEO memiliki visi untuk berkembang menjadi world leading geothermal producer. Artinya, tidak hanya unggul dari sisi kapasitas terpasang, tetapi juga diakui sebagai geothermal center of excellence di tingkat global.

Untuk mencapai hal tersebut, kata dia, perseroan menjalankan tiga strategi utama, yakni menjaga keandalan operasional PLTP eksisting dengan total kapasitas 727 megawatt (MW) yang dikelola secara mandiri, mendorong ekspansi dan pertumbuhan bisnis, serta mengembangkan sumber pendapatan masa depan (future revenue streams).

"Seluruh upaya ini dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, disiplin investasi, dan komitmen kuat terhadap ESG," ujarnya.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement