sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Proline (PRDL) Akhiri Penawaran Umum IPO Pagi Ini, Siap Listing 9 Juli

Market news editor Rahmat Fiansyah
07/07/2026 07:17 WIB
PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) siap mengakhiri periode penawaran umum alias offering pada Selasa (7/7/2026) pagi.
PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) siap mengakhiri periode penawaran umum alias offering pada Selasa (7/7/2026) pagi. (Foto: Ist)
PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) siap mengakhiri periode penawaran umum alias offering pada Selasa (7/7/2026) pagi. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) siap mengakhiri periode penawaran umum alias offering pada Selasa (7/7/2026) pagi. Perusahaan yang bergerak di sektor kesehatan itu dijadwalkan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2026.

Proline menetapkan periode penawaran umum pada 1-7 Juli. Hingga pagi ini, jumlah investor yang berpartisipasi memesan saham IPO PRDL mencapai lebih dari 1,25 juta SID, mencerminkan tingginya minat investor terhadap saham anak usaha PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) itu.

Sementara itu, proses penjatahan efek akan dilangsungkan pada hari ini, sedangkan distribusi saham akan dilakukan pada Rabu (8/7/2026).

Dalam aksi korporasi ini, Proline menerbitkan 522,9 juta saham baru atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Sementara itu, harga penawaran dipatok Rp120 per saham.

Dengan prospek dan harga final IPO dengan price earning ratio (PER) 8,61 kali, saham IPO relatif kompetitif dibandingkan rata-rata saham di industri kesehatan. Dana hasil penawaran umum juga akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha sekaligus memperkuat posisi perseroan, khususnya di sektor alat kesehatan diagnostik nasional.

Direktur Utama PT Prodia Diagnostic Line Tbk, Cristina Sandjaja mengatakan, perseroan adalah salah satu pionir produsen alat kesehatan diagnostik dalam negeri yang telah beroperasi selama lebih dari 14 tahun. 

Proline saat ini memiliki 1.083 SKU yang menjangkau 38 provinsi dan 370 kabupaten/kota serta dipakai oleh lebih dari 7.600 pelanggan di Indoensia. Jaringan itu mencakup 6.924 puskemas, 288 rumah sakit, 317 dinas kesehatan kabupaten dan kota, serta puluhan institusi kesehatan lainnya.

Cristina juga menilai, prospek industri juga dinilai masih sangat menjanjikan. Pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp244 triliun pada 2026 serta menargetkan program skrining kesehatan nasional yang menjangkau sekitar 140 juta penduduk. Didukung lebih dari 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia dan fokus pemerintah terhadap deteksi dini penyakit, industri in vitro diagnostics diperkirakan masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar dalam beberapa tahun ke depan.

"Kami melihat peluang pertumbuhan yang masih sangat besar, terutama pada fasilitas kesehatan primer yang belum seluruhnya terjangkau. Dengan jaringan distribusi yang telah mencakup hampir seluruh Indonesia serta dukungan produk ber-TKDN tinggi, kami optimistis dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam penguatan layanan kesehatan nasional," katanya.

Dari sisi kinerja, PRDL juga menunjukkan pemulihan menjelang IPO. Sepanjang 2025, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp74,4 miliar, meningkat 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih juga tumbuh 70,7 persen menjadi Rp16,9 miliar, sedangka EBITDA meningkat 66,9 persen menjadi Rp29,2 miliar, mencerminkan penguatan profitabilitas dan efisiensi operasional. 

Melihat fundamental bisnis yang terus bertumbuh serta prospek industri yang masih terbuka lebar, PRDL optimistis dapat memanfaatkan momentum IPO untuk memperluas jangkauan bisnis, meningkatkan kapasitas operasional, dan memperkuat kontribusi terhadap pengembangan industri alat kesehatan nasional.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement