Perseroan menegaskan tetap fokus pada tiga bisnis utama yang selama ini menjadi penopang sekitar 90 persen laba, yakni otomotif, jasa keuangan, serta alat berat dan solusi pertambangan.
Selain mempertegas fokus bisnis inti, ASII juga menyiapkan program buyback saham hingga Rp8 triliun dalam 12 bulan ke depan.
Perseroan tetap mempertahankan kebijakan dividen dengan payout ratio sekitar 45-50 persen serta menerapkan pendekatan akuisisi yang lebih disiplin.
Analis Stockbit Sekuritas Andrian Tanuwijaya menilai strategic review tersebut memang sebagian besar merupakan formalisasi strategi yang sebelumnya sudah dijalankan manajemen.
Namun, menurut dia, terdapat sejumlah poin baru yang dinilai positif oleh pasar, seperti target TSR low-teens CAGR dalam lima tahun, penerapan share-based remuneration bagi direksi, hingga disiplin alokasi modal.