Menurut Andrian, buyback Rp8 triliun cukup meaningful untuk menopang pergerakan saham ASII, meski dampaknya tetap bergantung pada kecepatan realisasi pembelian kembali saham tersebut.
Target TSR low-teens CAGR, kata Andrian, menjadi benchmark baru bagi investor untuk menilai kualitas eksekusi manajemen ke depan.
Pandangan positif juga datang dari DBS Group Research. Dalam ulasannya, DBS menilai nilai buyback Rp8 triliun menjadi kejutan positif karena setara sekitar 3,5 persen kapitalisasi pasar ASII saat ini.
DBS juga menilai fokus Astra pada tiga bisnis utama memberikan arah strategi yang lebih jelas. Ke depan, aktivitas merger dan akuisisi diperkirakan akan difokuskan untuk memperkuat ekosistem otomotif, bisnis suku cadang, hingga layanan terkait sektor pertambangan.
DBS mempertahankan rekomendasi buy untuk saham ASII dengan target harga Rp7.500 per saham.