Sementara itu, analis Bahana Sekuritas Raja Abdalla menilai strategic review ASII menandai perubahan penting dalam arah strategi perusahaan, dari sebelumnya berorientasi ekspansi menjadi lebih fokus pada disiplin alokasi modal dan peningkatan imbal hasil pemegang saham.
Menurut Raja, pasar saat ini memang masih menyoroti program buyback, dividen, dan potensi merger dan akuisisi. Namun, Bahana melihat perubahan pola pikir manajemen berpotensi mendorong re-rating valuasi saham ASII dalam jangka panjang.
Bahana Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp7.300 per saham.
Namun, tidak semua analis langsung agresif terhadap prospek saham ASII. Analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian justru mempertahankan rekomendasi hold dengan target harga Rp5.900 per saham dalam riset tertanggal 26 Mei 2026.
Menurut Christofer, Sucor baru akan menjadi lebih konstruktif terhadap ASII apabila kontribusi laba dari operasi tambang emas Martabe mulai signifikan, ketidakpastian regulasi komoditas membaik, serta insentif kendaraan hybrid roda empat mampu mengembalikan daya saing otomotif domestik terhadap kendaraan listrik (EV).