Ia menambahkan, kekhawatiran soal tarif membuat pelaku pasar mempercepat impor sebelum aturan tersebut diberlakukan, meskipun tenggat waktunya sempat ditunda.
PVM Oil Associates menilai harga minyak masih berada dalam tren penurunan di tengah ketidakpastian global.
"Pasar minyak mulai kehilangan daya tariknya, sementara modal finansial yang sempat keluar dari bursa saham kemungkinan kembali ke pasar ekuitas yang mulai pulih," kata PVM Oil Associates, dikutip dari MT Newswires.
Selain itu, peningkatan signifikan stok minyak mentah AS yang dilaporkan oleh Energy Information Administration (EIA) menunjukkan melemahnya permintaan domestik, semakin membebani pergerakan harga minyak sepanjang pekan lalu.
Secara teknikal, setelah mengalami koreksi dari level tertinggi USD81,7, Brent kini mendekati zona support kuat di USD74-USD72, yang bisa menjadi titik balik untuk rebound.