Wakil Presiden importir minyak nabati India Patanjali Foods, Aashish Acharya, mengatakan pasar sebenarnya masih berupaya menyesuaikan diri dengan lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.
“Pasar minyak sawit sedang mencoba menyesuaikan diri dengan kenaikan harga energi yang dipicu konflik Timur Tengah,” ujarnya, seperti dikutip Reuters.
Ia menambahkan, “Langkah Indonesia kemungkinan akan menambah lapisan ketidakpastian dan meningkatkan volatilitas pasar.”
Pelaku industri juga menilai sentralisasi ekspor berpotensi mengubah mekanisme perdagangan CPO Indonesia dengan memusatkan kekuatan penetapan harga pada entitas tertentu.
Mantan Ketua Malaysian Palm Oil Association, M.R. Chandran, menilai mekanisme ekspor terpusat dapat mengurangi transparansi pasar.