Selain itu, pasar memperkirakan skenario inflasi tinggi. Pada awal tahun, para pedagang memperkirakan setidaknya dua kali pemotongan suku bunga dari Federal Reserve (Fed). Namun, sejak konflik dimulai dan setelah keputusan kebijakan The Fed pada 18 Maret 2026, mereka mengurangi taruhan dovish mereka.
Sebaliknya, mereka memperkirakan pengetatan sebesar 12 basis poin oleh bank sentral AS itu, menurut Prime Market Terminal. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani emas dengan mengurangi daya tariknya sebagai aset yang tidak menghasilkan.
Dari sentimen domestik, momentum Hari Raya Lebaran 2026 dinilai menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tiga bulan pertama atau kuartal I-2026. Peningkatan konsumsi rumah tangga hingga arus mudik diyakini pemerintah bisa mendorong ekonomi Indonesia tumbuh hingga 5,5 persen atau lebih.
Namun, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 ini tak setinggi target pemerintah, yakni hanya 5,4 persen atau sedikit di bawah target. Perkiraan ini didasarkan pada pelaksanaan Hari Raya Lebaran tahun tak seramai tahun-tahun sebelumnya. Hal ini membuat dorongan pelaksanaan Hari Raya terhadap pertumbuhan ekonomi jadi lebih terbatas.
Dari sisi pendorong, ekonomi nasional bisa tumbuh hingga 5,4 persen berkat belanja pemerintah yang dinilai cukup ekspansif, terutama pada program-program prioritas pemerintah dan bantuan sosial yang dinilai cukup untuk menjaga daya beli masyarakat.