Sedangkan dari sisi hambatan, dampak dari bencana Sumatera pada akhir 2025 lalu masih terasa pada kuartal II-2026 ini. Sebab awal tahun ini, gerak ekonomi di wilayah terdampak masih dalam tahap revitalisasi alias perbaikan, sehingga geliat ekonomi di wilayah itu belum berjalan dengan normal dan sedikit banyak mempengaruhi rata-rata nasional.
Kemudian, inflasi yang cukup tinggi ikut membuat konsumsi masyarakat sedikit tertahan selama puasa dan hari raya Lebaran berlangsung. Membuat dorongan ekonomi dari peristiwa ini tak maksimal seperti tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.980-Rp17.030 per dolar AS. Sedangkan untuk rentang satu minggu ke depan di kisaran Rp16.880-Rp17.100 per dolar AS.
(Febrina Ratna Iskana)