Dari internal, rilis sejumlah data ekonomi belum mampu menopang laju rupiah. Ketidakpastian arah kebijakan terkait pengenaan royalti terhadap hasil tambang, ditambah belum jelasnya arah penambahan pendapatan negara di tengah belanja yang nilainya jumbo membuat pasar khawatir dengan kondisi fiskal.
Ditambah hari ini pasar akan mencermati pengumuman dari MSCI terkait potensi penurunan bobot saham Indonesia dalam indeks global tersebut.
Dari berbagai sentimen di atas, untuk perdagangan besok, mata uang rupiah masih berpotensi fluktuatif dan diproyeksi melemah pada rentang Rp17.520- Rp17.580 per USD.
(NIA DEVIYANA)