AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Rupiah Menguat atas Dolar AS, Ringgit Malaysia Merosot

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 18 November 2021 11:01 WIB
Nilai mata uang Rupiah bergerak menguat terhadap Dolar Amerika Serikat pada perdagangan pagi ini, Kamis(18/11/2021).
Nilai mata uang Rupiah bergerak menguat terhadap Dolar Amerika Serikat pada perdagangan pagi ini, Kamis(18/11/2021). (Foto: MNC Media)
Nilai mata uang Rupiah bergerak menguat terhadap Dolar Amerika Serikat pada perdagangan pagi ini, Kamis(18/11/2021). (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Nilai mata uang Rupiah bergerak menguat terhadap Dolar Amerika Serikat pada perdagangan pagi ini, Kamis(18/11/2021).

Menilik pasar spot Bloomberg hingga pukul 10:17 WIB, mata uang Garuda naik 16 poin atau 0,11 persen di harga Rp14.228 per 1 Dolar AS.

Selain Rupiah, sejumlah mata uang lainnya juga menguat terhadap USD, ketika indeks Dolar AS berada di level USD95,74.

Yuan China naik sebesar 0,03 persen, dan Yen Jepang 0,01 persen. Adapun Baht Thailand juga naik 0,02 persen, dan Peso Filipina 0,05 persen.

Sementara mata uang Asia ang terpuruk terhadap Dolar AS yaitu Dolar Hong Kong turun -0,02 persen, Won Korea Selatan merosot -0,02 persen, dan Ringgit Malaysia juga tertekan -0,08 persen.

Dolar Singapura juga anjlok -0,07 persen dan Dolar Taiwan yang terpuruk -0,10 persen.

Sebagai catatan Dolar AS mencapai tertinggi baru sejak Maret 2017 dan diperdagangkan mendekati puncak 16 bulan tertingginya versus sekeranjang mata uang utama pada hari Rabu.

Ini terjadi mengingat serangkaian data ekonomi yang kuat mendorong asumsi untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve sebelumnya.

Data yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan bahwa penjualan ritel AS tumbuh 1,7%, lebih baik dari yang diharapkan. Penjualan ritel inti tumbuh lebih baik dari perkiraan 1,7%.

Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis James Bullard mengatakan pada hari Selasa bahwa Fed harus "mengarah ke arah yang lebih hawkish" dalam persiapan untuk inflasi tinggi jangka panjang.

Inflasi pada tingkat yang terus-menerus tinggi dapat meningkatkan asumsi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan kenaikan suku bunga lebih awal dari yang diharapkan. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD