"Selama tahun 2026, berdasarkan data setelmen sampai dengan 14 Januari 2026, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp5,33 triliun di SRBI dan Rp6,16 triliun di pasar saham, serta jual neto sebesar Rp9,91 triliun di pasar SBN," kata Ramdan dalam keterangannya.
Secara lebih spesifik, aliran modal keluar pada pekan ini terdiri dari jual neto sebesar Rp8,15 triliun di pasar SBN dan Rp2,64 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), yang sedikit tertahan oleh beli neto asing di pasar saham senilai Rp3,08 triliun.
Memasuki Kamis pagi (15/1), rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.840 per dolar AS dengan yield SBN 10 tahun yang merangkak naik ke level 6,23 persen, menunjukkan pasar masih dalam posisi waspada terhadap pergerakan dolar global. (Wahyu Dwi Anggoro)