sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham Bayan (BYAN) Tiba-tiba Terbang 18 Persen, Karena Kabar Ini?

Market news editor Aldo Fernando - Riset
20/12/2022 14:38 WIB
Harga saham emiten batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tiba-tiba melonjak tinggi dalam lanjutan sesi II perdagangan Selasa (20/12/2022).
Saham Bayan (BYAN) Tiba-tiba Terbang 18 Persen, Karena Kabar Ini? (Foto: MNC Media)
Saham Bayan (BYAN) Tiba-tiba Terbang 18 Persen, Karena Kabar Ini? (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Harga saham emiten batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tiba-tiba melonjak tinggi dalam lanjutan sesi II perdagangan Selasa (20/12/2022).

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 14.09 WIB, saham BYAN melesat 18,73 persen ke Rp16.825 per saham, level tertinggi sepanjang masa (ATH). Nilai transaksi mencapai Rp39,42 miliar dan volume perdagangan 2,55 juta saham.

Lonjakan harga terjadi di sekitar pukul 13.50 WIB, yang disertai oleh volume yang tinggi apabila dibandingkan dengan awal perdagangan hari ini.

Dengan ini, BYAN menduduki peringkat ketiga saham dengan kapitalisasi pasar terbesar (market cap), mencapai Rp555 triliun, menggeser bank BUMN PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang memiliki market cap Rp467,83 triliun.

Dalam sepekan, kinerja saham BYAN melompat 26,76 persen dan dalam sebulan terbang 80,44 persen.

Sejak awal tahun (YtD), saham emiten milik penguasaha Dato Low Tuck Kwong tersebut meroket 518,12 persen.

Kabar teranyar, berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Selasa (20/12), Bayan menginformasikan, Singapore International Commercial Court (SICC) pada 19 Desember 2022 telah menjatuhkan keputusannya atas biaya.

“Di mana SICC telah memerintahkan agar BCBCS membayar kepada Perseroan sejumlah SGD4.694.633,20 untuk biaya dan pengeluaran  serta bunga dengan tarif sebesar 5,33% per tahun yang dihitung mulai dari 19 Desember 2022 sampai jumlah tersebut dibayar sepenuhnya kepada Perusahaan,” jelas pihak BAYAN, dikutip IDXChannel, Selasa (20/12).

Pihak Bayan melanjutkan, fakta tersebut tidak ada dampak material terhadap kondisi keuangan perseroan.

Menurut penjelasan Bayan, informasi di muka berkaitan dengan perkara Hukum perseroan dengan BCBC Singapore Pte. Ltd (BCBCS), pemegang saham PT Kaltim Supacoal (KSC), anak usaha patungan perseroan dengan BCBCS.

Kabar lainnya, pengendali Bayan Low Tuck Kwong terus rajin membeli saham perseroan. Terbaru, pada 16 Desember 2022, Low Tuck Kwong menambah 80.000 saham BYAN membuat kepemilikannya bertambah menjadi 60,94 persen dari total saham perusahaan. (ADF)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement