Analis JP Morgan Chase, Harsh Wardhan Modi dkk menilai, laba bersih BBCA kuartal I sebesar Rp4,7 triliun masih sesuai estimasi JP Morgan. Meski begitu, mereka menyoroti sejumlah isu mulai dari penurunan Net Interest Margin (NIM) hingga kenaikan Rasio Kredit Bermasalah (Non-Performing Loan/NPL).
NIM BBCA terpantau turun 31 basis poin (bps) ke 5,3 persen imbas lonjakan Cost of Fund (CoF) seiring kenaikan suku bunga SRBI sebesar 85 bps untuk tenor 12 bulan. Sementara NPL naik 14 bps secara kuartalan dan 19 bps secara tahunan ke level 1,85 persen.
"Metrik-metrik ini menunjukkan adanya risiko yang luas bagi industri, sehingga membuka kemungkinan adanya revisi negatif," katanya dalam riset, Jumat (24/4/2026).
Secara makro ekonomi, JP Morgan juga menyoroti pelemahan rupiah serta munculnya peluang kenaikan BI Rate berdasarkan data internal BI-FX Pressure Index.
"Kenaikan NPL di BCA juga menjadi perhatian bagi industri sepanjang tahun ini. Kami memperkirakan harga saham akan melemah dalam jangka pendek," ujarnya.