Sementara itu, Analis Citi Research, Ferry Wong menilai, laba bersih BBCA pada kuartal I memenuhi 24 persen dari estimasi. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan kredit yang melemah serta kenaikan beban provisi.
Pertumbuhan kredit BBCA pada kuartal I-2026 tumbuh 5,6 persen, jauh di bawah panduan manajemen 8-10 persen untuk 2026. Perlambatan kredit ini mencerminkan kehati-hatian di segmen ritel dan risiko pada kredit korporasi.
Secara umum, CITI melihat laba BBCA masih positif, namun kualitas pertumbuhan mulai tertekan. CITI mempertahankan rating BUY dengan target harga Rp9.800 mengingat BCA merupakan bank paling defensif dan berkualitas tinggi di Indonesia.
(Rahmat Fiansyah)