Pada Januari lalu, MSCI sempat mengingatkan bahwa Indonesia berisiko turun status dari emerging market menjadi frontier market akibat isu transparansi.
Dampaknya cukup signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah merosot sekitar 12 persen sepanjang tahun berjalan, menjadikannya salah satu pasar dengan kinerja terburuk di Asia. Investor asing pun tercatat melakukan jual bersih sekitar Rp34 triliun.
Dalam pembaruan terbarunya, MSCI menyatakan masih mengkaji sumber data baru dan kebijakan regulator Indonesia.
Hasil evaluasi lanjutan akan disampaikan pada review Juni mendatang.
Untuk sementara, MSCI tetap membekukan kenaikan faktor inklusi asing (FIF) serta jumlah saham (NOS) yang dihitung dalam indeks.
Selain itu, tidak akan ada penambahan saham Indonesia ke dalam indeks global maupun kenaikan klasifikasi ukuran emiten.