Dengan harga saat ini, kapitalisasi pasar BYAN tercatat sekitar Rp567 triliun, berada di posisi kedua emiten berkapitalisasi jumbo di bursa, hanya tertinggal dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang masih kokoh di puncak klasemen dengan kapitalisasi sekitar Rp786 triliun.
Saham yang Benar-Benar Berputar di Pasar Amat Tipis
Ionisnya, besarnya kapitalisasi pasar BYAN berbanding terbalik dengan likuiditas riil sahamnya di pasar.
Secara resmi, free float BYAN yang tercatat di bursa berada di sekitar 21 persen. Artinya, sudah memenuhi ketentuan minimum free float BEI.
Namun, pengumuman resmi BEI dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bertajuk "Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi" (High Shareholding Concentration/HSC) per 30 Juni 2026 memberi gambaran yang lebih dalam. Sebanyak 98,50 persen dari total saham BYAN, baik milik pengendali maupun publik, dikuasai oleh sejumlah kecil pemegang saham/rekening efek.
Artinya, dari 21 persen saham publik yang secara resmi berstatus free float sekalipun, mayoritasnya kemungkinan besar juga ‘parkir’ di segelintir investor institusi atau strategis yang jarang bertransaksi, bukan tersebar ke banyak investor ritel yang aktif keluar-masuk pasar.