Kondisi ini membuat harga BYAN sangat rentan bergerak liar meski hanya dipicu transaksi bervolume kecil.
Data historis menunjukkan, sebelum rumor akuisisi mencuat, nilai transaksi harian BYAN kerap hanya berkisar ratusan juta rupiah.
Pada 10 Agustus misalnya, nilai transaksinya cuma sekitar Rp97,74 juta, bahkan pada 12 Agustus nilainya menyusut menjadi Rp46,94 juta.
Tak pelak lagi, ini adalah angka yang sangat kecil untuk emiten dengan kapitalisasi pasar ratusan triliun rupiah.
Pagi ini pun, kendati harganya bergejolak liar, nilai transaksi BYAN hingga pukul 09.48 WIB baru sekitar Rp53,74 miliar, dengan volume 33,14 ribu lot dan frekuensi 4.039 kali. Nilai tersebut kurang dari 0,01 persen dari kapitalisasi pasarnya sendiri.