Namun, manajemen turut menambahkan bahwa pemegang saham pengendali menyampaikan kepada Perseroan bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor, mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan.
Pihak Jhonlin Group sendiri enggan menanggapi saat coba dikonfirmasi soal kabar ini.
Sejak rumor ini pertama kali mencuat pada penutupan perdagangan Jumat (14/8) pekan lalu, saham BYAN langsung terbang ke batas auto rejection atas (ARA) 20 persen menjadi Rp14.400, lalu berlanjut menguat lebih dari 19,97 persen lagi pada perdagangan Selasa (18/8).
Ikut Menyeret IHSG Pagi Ini
Volatilitas BYAN pagi ini turut terasa dampaknya ke Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG sempat memperdalam koreksinya hingga 1,18 persen ke 6.373,81 pada pembukaan pasar, seiring anjloknya BYAN ke level ARB.
Namun begitu BYAN berbalik arah dan melesat ke zona hijau, tekanan pada IHSG ikut mengendur signifikan hingga tersisa pelemahan tipis di kisaran 0,03 persen pada pukul 09.48 WIB.