Hal ini menggambarkan betapa tipisnya ‘bahan bakar’ yang sebenarnya dibutuhkan untuk menggerakkan harga saham ini naik-turun secara drastis.
Rumor Akuisisi Haji Isam Jadi Pemicu
Gejolak harga BYAN sepekan terakhir tak lepas dari rumor rencana pengambilalihan saham oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Kabar yang beredar menyebutkan, Haji Isam berencana mengakuisisi sekitar 62,2 persen saham BYAN yang berafiliasi dengan pemegang saham pengendali, Low Tuck Kwong.
Rumor ini menguat usai sebuah media online melaporkan, Haji Isam, Low Tuck Kwong, dan pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI) Norman Joesoef terpantau meninjau area tambang BYAN di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (15/8/2026).
Merespons permintaan penjelasan dari BEI, manajemen BYAN melalui Corporate Secretary Jenny Quantero menyampaikan dalam surat tertanggal 18 Agustus 2026 bahwa Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar.