Angka tersebut jauh di bawah perkiraan ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penambahan 110.000 pekerjaan.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sekitar 54 persen, turun dari 66 persen sebelum data ketenagakerjaan dirilis.
Suku bunga yang lebih tinggi umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan daya tarik aset yang memberikan imbal hasil dibandingkan logam mulia yang tidak memberikan bunga.
Meski demikian, Wong menilai peluang kenaikan suku bunga belum sepenuhnya hilang.
"Kami belum melihat ekspektasi kenaikan suku bunga benar-benar hilang. Menjelang akhir tahun, masih ada potensi pelemahan lanjutan pada harga emas, dengan harga berpeluang turun ke kisaran USD3.500 per ons," ujarnya.