“Melalui anak usahanya, COIN memiliki Central Financial X (CFX) sebagai bursa aset kripto dan Kustodian Koin Indonesia (ICC) sebagai kustodian,” ujar Michael, Jumat (21/8/2026).
Dengan posisi tersebut, sumber pendapatan COIN dinilai tidak semata-mata bergantung pada kenaikan harga Bitcoin. Michael menilai, kinerja perseroan lebih banyak ditopang oleh aktivitas dan pertumbuhan ekosistem aset digital.
“Jadi, pendapatan tidak hanya bergantung pada kenaikan harga Bitcoin, tetapi terutama pada volume transaksi, jumlah pedagang berizin, produk derivatif yang diperdagangkan, serta perkembangan ekosistem aset digital nasional,” katanya.
Ia menambahkan, semakin berkembangnya pasar kripto di Indonesia, semakin besar pula peluang dampak positif terhadap kinerja COIN.
Sementara dari sisi teknikal, Michael melihat saham COIN mulai menunjukkan sinyal positif setelah berhasil menembus base di area bottom dengan support di Rp950, target Rp1.250.