Aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar milik Grup Bakrie hingga Prajogo Pangestu tersebut pada akhirnya turut menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan Kamis, IHSG ditutup turun 0,20 persen ke level 8.992,18.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai tekanan pada saham-saham tersebut tak lepas dari sikap investor yang mulai bersiap menyambut pengumuman perubahan metodologi perhitungan free float indeks global MSCI.
“Ini mendekati tenggat dari keputusan MSCI soal metodologi free float pada 30 Januari 2026. Melihat outflow yang terjadi, sepertinya ada aksi yang dilakukan investor dalam mengantisipasi pengumuman tersebut,” ujar Michael, Kamis (22/1/2026).
Di tengah tekanan tersebut, Michael melihat sejumlah saham masih memiliki area teknikal yang patut dicermati pelaku pasar.
“Sementara untuk BUMI, saham ini memiliki support kuat di area 350-330. Di area ini ada potensi bagi BUMI untuk rebound ke level 400,” kata dia.