Di kelompok penguatan terbatas, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 1,77 persen, PT Timah Tbk (TINS) menguat 0,60 persen, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bertambah 0,45 persen.
Saham emiten penambang tembaga PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga melesat 10,71 persen ke Rp7.750 per unit.
Lebih lanjut, saham emiten pemilik smelter aluminium PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mendaki 9,73 persen ke Rp1.805 per unit.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menjelaskan prospek saham nikel seiring rencana Indonesia sebagai produsen utama dunia untuk memangkas pasokan demi mendorong harga.
Michael mengatakan, kebijakan tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi sektor nikel. “Saat ini harga nikel LME sendiri sudah menyentuh kenaikan 12-13 persen year to date (YtD),” katanya, Senin (5/1/2026).