sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham Nikel Tertekan Kebijakan Bea Keluar dan Windfall Tax, INCO Jatuh 8 Persen

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
05/05/2026 11:05 WIB
Saham emiten nikel cenderung terkoreksi pada Selasa (5/5/2026) seiring kekhawatiran pasar terhadap rencana pemerintah menerapkan bea keluar dan windfall tax.
Saham Nikel Tertekan Kebijakan Bea Keluar dan Windfall Tax, INCO Jatuh 8 Persen. (Foto: ANTAM)
Saham Nikel Tertekan Kebijakan Bea Keluar dan Windfall Tax, INCO Jatuh 8 Persen. (Foto: ANTAM)

“Nikel dan batu bara akan dikenakan export duty + windfall tax. Tujuannya untuk menutup beban subsidi APBN dan meningkatkan penerimaan negara. Namun belum ada angka pasti mengenai besaran yang akan ditetapkan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan, jika melihat tren harga komoditas saat ini, sektor nikel masih memiliki ruang profitabilitas yang kuat di tengah wacana kebijakan tersebut.

“Jika kita melihat dari harga nikel sendiri, bisa diproyeksikan dengan jelas bahwa perusahaan-perusahaan komoditas, terutama nikel, termasuk yang akan mendapat keuntungan dari laba bersih,” katanya.

Secara spesifik, Michael juga menyoroti pergerakan saham INCO yang mengalami tekanan cukup dalam, namun tetap menarik dari sisi teknikal dan aliran dana.

“Secara technical analysis dan flow, INCO sendiri termasuk saham yang dikoleksi oleh investor asing di tahun ini. Area support INCO sendiri berada di angka 6.000 dengan potensi gap yang ditutup di angka 5.850. Hal ini menarik bagi investor yang ingin mengoleksi saham INCO,” tutur Michael.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement