Namun demikian, Michael mengingatkan adanya risiko koreksi jangka pendek yang perlu diantisipasi investor.
“Melihat flow harian serta indikator-indikator teknikal yang menunjukkan overbought, PWON berpotensi menguji support di 380 hingga 356, yaitu gap awal yang terbentuk pada pagi hari,” tutur dia.
Mengutip dari website perusahaan, Pakuwon Jati adalah pengembang properti yang berdiri sejak 1982 dan tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ, sebelum menjadi BEI) pada 1989.
Perseroan menjalankan usaha pengembangan real estat di sejumlah kota, antara lain Surabaya, Jakarta, Bekasi, Yogyakarta, Solo, Bali, Semarang, dan Batam.
Portofolio utama Pakuwon Jati mencakup pengembangan pusat perbelanjaan, hunian, perkantoran, serta perhotelan. Dalam operasionalnya, perseroan mengelola seluruh tahapan pengembangan properti, mulai dari akuisisi lahan, pengembangan proyek, pemasaran, hingga pengelolaan operasional.