“CBDK memiliki standard minimum yang masih jauh untuk masuk ke MSCI, sehingga bisa di pastikan tidak eligible untuk masuk ke MSCI dalam periode Februari ini,” ujarnya, Senin (12/1/2026).
Sementara itu, untuk PANI, Michael menilai peluangnya masih terbuka, meski bergantung pada data free float pasca rights issue (RI) yang akan dicatat oleh MSCI.
“Namun untuk PANI, masih ditunggu pasca RI, berapa free float yang terdata oleh MSCI. Jika di atas 15 persen, maka akan eligible untukk masuk karena sudah memenuhi standard minimum caps yaitu di Rp28 triliun berdasarkan free float market cap,” imbuh Michael.
Dari sisi teknikal, Michael menyoroti pergerakan kedua saham tersebut yang masih berada dalam tekanan, meski dengan karakter yang berbeda.
“Secara teknikal PANI terlihat bergerak downtrend dengan support di Rp10 ribu,” tutur Michael.