IDXChannel – Saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melonjak lebih dari 10 persen pada perdagangan Jumat (21/8/2026), di tengah sentimen pemerintah yang menyiapkan insentif hingga Rp3 juta untuk pembelian motor listrik.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.58 WIB, saham TOBA melesat 10,38 persen ke level Rp585 per unit.
Nilai transaksi saham TOBA tercatat mencapai Rp19,33 miliar.
Pemerintah sebelumnya menyiapkan anggaran sekitar Rp3 triliun untuk program insentif motor listrik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan besaran insentif diperkirakan mencapai Rp3 juta per unit, meski skema penyalurannya masih dihitung dengan mempertimbangkan daya serap pasar dan kapasitas produksi dalam negeri.
Sentimen tersebut semakin mendapat perhatian seiring pemerintah mengembangkan Program Motor Listrik Nasional (Molinas) yang digagas Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersama PT Len Industri.
Program tersebut tidak hanya mencakup produksi motor listrik, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem yang meliputi baterai, pembiayaan, hingga infrastruktur pengisian daya.
Danantara juga menyatakan perbankan dan institusi keuangan di bawahnya siap memberikan pembiayaan dengan bunga lebih rendah dan tenor lebih panjang untuk mendukung Molinas. Danantara turut menyiapkan pengembangan infrastruktur pengisian daya dengan memanfaatkan jaringan yang dimiliki Pertamina dan PLN.
Program tersebut berpotensi memperbesar permintaan terhadap kendaraan listrik sekaligus mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Kemenko Perekonomian memperkirakan ekosistem Molinas dapat menciptakan nilai ekonomi hingga Rp150 triliun sepanjang 2026-2031.
Sentimen tersebut menjadi perhatian bagi emiten yang memiliki eksposur terhadap ekosistem kendaraan listrik, termasuk TOBA melalui Electrum.
Namun, penguatan TOBA terjadi ketika sejumlah saham lain yang juga memiliki keterkaitan dengan ekosistem kendaraan listrik justru bergerak melemah.
Saham PT Indika Energy Tbk (INDY), yang memiliki bisnis motor listrik melalui ALVA, turun 1,12 persen ke Rp2.660 per unit dengan nilai transaksi Rp14 miliar.
Sementara itu, saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), yang memiliki jenama motor listrik Volta, melemah 0,68 persen dengan nilai transaksi yang relatif sepi, yakni Rp232 juta.
Saham PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS), yang memiliki bisnis kendaraan listrik melalui merek Selis, juga turun 1 persen ke Rp99 per saham. Nilai transaksi SLIS tercatat Rp2,13 miliar.
Selain sentimen motor listrik, TOBA juga memiliki kabar korporasi terbaru terkait pelaksanaan Management and Employee Stock Option Program (MESOP).
Pada 18 Agustus 2026, perseroan menerima Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar dari Kementerian Hukum melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) dengan nomor AHU-AH.01.03-0234152 tertanggal 18 Agustus 2026.
Perubahan tersebut berkaitan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor perseroan dalam rangka pelaksanaan MESOP yang telah diselenggarakan pada 21 Mei 2026.
Peningkatan modal ditempatkan dan disetor tersebut telah dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT TBS Energi Utama Tbk Nomor 59 tertanggal 28 Juli 2026. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.