IDXChannel - Saham perusahaan minyak Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada Senin (5/1/2026) waktu setempat, didorong optimisme investor terhadap potensi akses ke cadangan minyak Venezuela.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan mengambil alih negara Amerika Selatan tersebut menyusul penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, namun produksinya anjlok dalam beberapa dekade terakhir akibat salah kelola, minimnya investasi asing setelah nasionalisasi industri minyak, serta sanksi internasional.
Pemerintahan Trump berencana bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak AS akhir pekan ini untuk membahas peningkatan produksi minyak Venezuela, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut.
Dalam beberapa minggu terakhir, pemerintahan Trump telah menyampaikan kepada para eksekutif minyak AS bahwa mereka harus segera kembali ke Venezuela dan menanamkan modal besar untuk memulihkan industri minyak yang rusak.
Melansir Reuters, saham Chevron, satu-satunya perusahaan minyak besar AS yang masih beroperasi di ladang minyak Venezuela, naik 5 persen.
Sementara itu, saham perusahaan penyulingan AS seperti Marathon Petroleum, Phillips 66, PBF Energy, dan Valero Energy menguat antara 3,4 persen hingga 9,3 persen.