AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Sepanjang 2021, Bank Sentral China Promosikan Yuan di Tingkat Global

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Minggu, 19 September 2021 09:32 WIB
Langkah tersebut sejalan dengan upaya Beijing mengurangi ketergantungan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).
Sepanjang 2021, Bank Sentral China Promosikan Yuan di Tingkat Global (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Bank Sentral China / People's Bank of China (PBC) menyatakan kesiapannya untuk mempromosikan Yuan sebagai mata uang internasional secara bertahap dengan hati-hati sepanjang 2021. 

Hal tersebut disampaikan PBC dalam sebuah laporannya, dilansir Reuters, Sabtu (18/9/2021). Lebih jauh, PBC akan terus mendorong penggunaan Yuan di pasar keuangan luar negeri (offshore). 

Menyusul pernyataan tersebut, PBC mencatat bahwa sepanjang 2020, penggunaan Yuan dalam transaksi lintas-batas negara (cross-border) mencapai CNY 28,39 triliun, naik 44,3% dari 2019. 

Dari angka tersebut, sebanyak CNY 4,78 triliun berasal dari sektor perdagangan luar negeri, yang meningkat 12,7% dari 2019. 

"(Secara keseluruhan), pemakaian Yuan di lintas-batas negara telah menyumbang 46,2% dari total seluruh transaksi luar negeri di China, yang mencapai rekor tertingginya," lapor PBC. 

Menyongsong periode ke depan, lembaga perbankan tertinggi di China itu akan terus memantau aliran modal lintas-batas negara untuk mencegah risiko. Seperti diketahui, China terus meningkatkan pengaruh Yuan di tingkat global sejak 2009, terutama untuk transaksi perdagangan dan investasi. 

Langkah tersebut sejalan dengan upaya Beijing mengurangi ketergantungan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). 

Kendati demikian, agenda liberalisasi Yuan tersebut masih terikat kekhawatiran atas kemungkinan terjadinya volatilitas, yang dapat mempengaruhi arus modal serta dapat mengancam ekonomi negeri tirai bambu.

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD