Meski demikian, perseroan berencana melakukan divestasi terhadap bisnis furnitur tersebut seiring dengan mulai berjalannya lini usaha energi.
Sebagai informasi, AIC telah resmi mengakuisisi 70,96 persen saham SOFA dari pemegang saham sebelumnya, yakni Hardy Satya, Yohan Satya, dan Dimas Adiyasa Wiryaatmadja. Pasca akuisisi, fokus bisnis perseroan diarahkan pada pengembangan sektor energi.
SOFA menargetkan pelepasan bisnis furnitur dapat dilakukan pada kuartal I-2026. Saat ini, perseroan masih melakukan kajian, termasuk menghitung valuasi atas lini usaha tersebut.
Di sisi lain, perseroan juga membentuk konsorsium bersama sejumlah mitra untuk mengikuti tender proyek waste-to-energy yang digelar oleh Danantara.
Adapun mitra dalam konsorsium tersebut meliputi Hunan Construction Engineering Group Co, Kintan Usahasama Sdn Bhd, serta PT Parivarta Energi Nusantara (PEN), di mana SOFA terlibat melalui anak usahanya tersebut.
(DESI ANGRIANI)