AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

‘Sunset’ Industri Rokok, Market Cap Gudang Garam (GGRM) Anjlok Rp133 Triliun

MARKET NEWS
Melati Kristina - Riset
Senin, 08 Agustus 2022 18:11 WIB
Emiten rokok Gudang Garam (GGRM) mengalami kemerosotan kinerja perusahaan. Ini ditandai dengan anjloknya market cap hingga kinerja keuangan perusahaan.
‘Sunset’ Industri Rokok, Market Cap Gudang Garam (GGRM) Anjlok Rp133 Triliun. (Foto: MNC Media)
‘Sunset’ Industri Rokok, Market Cap Gudang Garam (GGRM) Anjlok Rp133 Triliun. (Foto: MNC Media)

 IDXChannel – Raksasa rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) sedang mengalami kemerosotan di tengah surutnya industri rokok Tanah Air.

Tercatat, saat ini GGRM sudah tak lagi masuk dalam ranking 10 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar (big cap) di bursa. Adapun kapitalisasi pasar atawa market cap emiten ini sudah merosot dari level Rp100 triliun menjadi sekitar Rp50 triliun sejak anjloknya saham emiten rokok setidaknya sejak 2019.

Per Senin (8/8), Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, market cap GGRM sudah anjlok menjadi Rp48,68 triliun alias turun drastis sebesar Rp133 triliun dibandingkan posisi Maret 2019 lalu.

Informasi saja, market cap adalah nilai pasar dari sebuah emiten yang diperoleh dari perkalian antara harga saham dengan jumlah saham beredar di pasar.

Semakin besar nilai market cap dari sebuah perusahaan, maka pengaruhnya terhadap pergerakan IHSG juga semakin besar.

Kendati demikian, saham GGRM pernah menjadi idola para investor bahkan dikenal sebagai saham dengan kapitalisasi terbesar. GGRM tercatat pernah masuk ke jajaran 10 besar big cap Tanah Air. Pada Maret 2019 lalu, market cap GGRM sempat menyentuh Rp181,63 triliun.

Sebagai raksasa industri tembakau Tanah Air, Gudang Garam memproduksi berbagai jenis tembakau seperti rokok kretek dan rokok kretek genggam tradisional.

Adapun produk ternama dari emiten ini yaitu Gudang Garam, Gudang Garam Merah, Gudang Garam Gold, dan Surya ProMild.

Anjloknya Market Cap GGRM diiringi dengan Merosotnya Kinerja Keuangan Emiten

Seiring dengan anjloknya market cap perusahaan, GGRM juga mengalami kemerosotan kinerja keuangan di semester I-2022.

Pendapatan bersih GGRM di semester I-2022 hanya tumbuh 1,82 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Adapun pendapatan tersebut sebesar Rp61,67 triliun.

Berdasarkan laporan keuangannya, penjualan rokok di pasar domestik mendominasi pemasukan perseroan. Rinciannya, penjualan sigaret kretek mesin berkontribusi sebesar Rp56,51 triliun, sedangkan sigaret kretek tangan senilai Rp4,17 triliun terhadap pendapatan.

Adapun penjualan rokok klobot menyerap pemasukan sebesar Rp8,43 miliar, sedangkan kertas karton sebanyak Rp834,21 miliar, disusul pemasukan lain-lain Rp99,02 miliar.

Di samping pertumbuhan pendapatan bersih yang rendah pada semester I-2022, laba bersih GGRM ikut ambruk di angka minus 59,37 persen secara yoy. Meski merosot tajam, GGRM masih berhasil membukukan laba bersih hingga Rp956,14 miliar pada semester I tahun ini. 

Merosotnya laba bersih perusahaan salah satunya disebabkan oleh tingginya beban pokok penjualan yang membengkak hingga Rp56,53 triliun atau naik 4,37% dari semester pertama tahun 2021.

Secara rinci, perseroan menanggung beban terbesar yang datang dari kenaikan pita cukai, PPN, dan pajak rokok mencapai Rp50,70 triliun, atau naik 10,68% dibandingkan semester pertama tahun lalu senilai Rp45,81 triliun.

Selama lima tahun terakhir, cukai rokok GGRM terus melesat. Hingga tahun 2021, cukai tersebut sudah melesat sebesar 83,59 persen sejak 2017. Tercatat per 2021, cukai rokok membengkak hingga Rp91,10 triliun.

Adapun beban dari pita cukai rokok menyumbang 82,36 persen dari beban pokok perusahaan di tahun tersebut.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD