Sucor memperkirakan penurunan sekitar 5 persen pada volume overburden removal (OB) PAMA, unit kontraktor tambang UNTR, dapat menggerus laba perseroan sekitar 2 persen.
Sementara itu, setiap penurunan 1 juta ton penjualan batu bara berpotensi menekan laba bersih sekitar 0,1 persen. Pelemahan produksi batu bara juga dikhawatirkan mengurangi permintaan alat berat, yang menjadi salah satu penopang kinerja UNTR.
Di tengah tekanan tersebut, Sucor justru mempertahankan rekomendasi beli untuk AADI. Sebagai produsen batu bara murni dengan struktur biaya rendah, AADI dinilai berada pada posisi relatif lebih kuat.
Perseroan disebut memiliki cash cost rendah, potensi imbal hasil dividen tinggi sekitar 10 persen, serta peluang menjadi salah satu penerima manfaat jika harga batu bara kembali menguat. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.