Ketiganya dinilai memiliki skala besar dan peran strategis dalam menjaga pasokan batu bara untuk PLN melalui skema domestic market obligation (DMO).
Sebaliknya, segmen kontraktor tambang dinilai paling rentan. PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) disebut menghadapi risiko penurunan kinerja terbesar.
Sucor memperkirakan setiap penurunan volume hauling sebesar 1 juta ton dapat memangkas laba MAHA sekitar 9,8 persen.
Risiko ini membesar karena PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebagai klien utama, dengan kontribusi sekitar 42 persen terhadap total hauling MAHA, dikabarkan memangkas produksi hingga 53 persen secara tahunan.
Tekanan serupa juga membayangi PT United Tractors Tbk (UNTR), mengingat lebih dari separuh bisnisnya masih terkait sektor batu bara.