Manajemen menegaskan, penandatanganan perjanjian fasilitas kredit tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Sebelumnya, TINS menyiapkan strategi ekspansif dengan fokus pada peningkatan produksi dan hilirisasi pada 2026.
Perseroan akan memanfaatkan momentum harga timah global yang masih tinggi, di tengah pengetatan aktivitas tambang ilegal yang berdampak pada pasokan logam timah dunia.
Di sisi hilir, TINS akan memperluas pengembangan produk bernilai tambah sebagai bagian dari strategi diversifikasi.
Perseroan juga akan melakukan efisiensi operasional di seluruh lini bisnis, optimalisasi kinerja anak usaha, serta pemanfaatan aset non-operasi untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan.
(DESI ANGRIANI)