AALI
8050
ABBA
222
ABDA
0
ABMM
805
ACES
1340
ACST
222
ACST-R
0
ADES
1825
ADHI
865
ADMF
8100
ADMG
154
ADRO
1290
AGAR
404
AGII
1190
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
300
AHAP
65
AIMS
374
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3130
AKSI
476
ALDO
735
ALKA
234
ALMI
242
ALTO
374
Market Watch
Last updated : 2021/06/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.88
0.99%
+4.52
IHSG
6087.84
1.53%
+91.59
LQ45
868.47
1.11%
+9.54
HSI
28309.76
-0.63%
-179.24
N225
28884.13
3.12%
+873.20
NYSE
16411.98
1.66%
+268.03
Kurs
HKD/IDR 1,852
USD/IDR 14,400
Emas
823,703 / gram

Tugu Mandiri Raih Laba Rp18,39 Miliar di 2020, Naik 119 Persen

MARKET NEWS
Oktiani/Koran Sindo
Jum'at, 11 Juni 2021 12:54 WIB
PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri (AJTM) meraih laba bersih sepanjang 2020 sebesar Rp18,39 miliar.
Tugu Mandiri Raih Laba Rp18,39 Miliar di 2020, Naik 119 Persen (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri (AJTM) meraih laba bersih sepanjang 2020 sebesar Rp18,39 miliar. Kinerja keuangan perseroan meningkat 119 persen dibanding 2019 yang sebesar Rp8,39 miliar atau naik mencapai 119 persen. Sedangkan total asset meningkat 15 persen dari Rp1,7 triliun menjadi Rp1,96 triliun.

"Keberhasilan itu tidak terlepas dari kebijakan dan strategi yang dilaksanakan dengan penuh komitmen oleh seluruh komponen perusahaan," ujar Direktur Utama AJTM Hanindio W. Hadi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (11/6/2021).

Hanindio menjelaskan, salah satu kebijakan manajemen perusahaan yang mulai berdampak positif adalah transformasi berkelanjutan yang dicanangkan sejak September 2020. Transformasi tersebut mencakup tiga hal, yaitu Transformasi Sumber Daya Manusia (SDM), Produk (bisnis proses), dan Sistem yang terintegrasi.

Menurut dia, transformasi dilakukan dengan mengimplementasikan budaya kinerja yang produktif, optimalisasi produk, serta perbaikan tata kelola dengan mengimplementasikan kendali IT System. "Meski baru dilakukan pada akhir kuartal ketiga, langkah-langkah itu telah memberikan hasil yang positif pada 2020," ungkapnya. 

Pada 2020, AJTM juga mencatat adanya peningkatan yang sangat signifikan pada hasil underwriting. Dari semula negatif Rp11,69 miliar pada 2019, berbalik positif menjadi Rp97,48 miliar pada 2020.

Peningkatan hasil underwriting ini merupakan buah dari kehati-hatian dalam proses underwriting dan penghentian penjualan untuk bisnis baru dari produk-produk yang dinilai tidak profitabel dan moratorium beberapa produk asuransi. Kedua langkah tersebut dibarengi dengan rebalancing portofolio dari produk yang ada.

"Semua produk yang tidak memenuhi hukum bilangan besar dan tidak memenuhi kriteria pada tata kelola yang berdampak pada bisnis yang sehat dihentikan dan/atau dilakukan restrukturisasi. Itulah kunci yang membuat kami survive pada 2020," jelas Hanindio.

Berbagai kebijakan dan strategi tersebut juga berdampak pada tingkat kesehatan keuangan AJTM, dengan Risk Based Capital (RBC) sekitar 101 persen pada 2019 menjadi 257 persen pada 2020. Sedangkan Rasio Kecukupan Investasi (RKI) meningkat dari 104 persen menjadi 111 persen. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD