AALI
9650
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
725
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.61
-0.34%
-1.85
IHSG
6996.46
-0.28%
-19.60
LQ45
1007.64
-0.31%
-3.10
HSI
22418.97
0.85%
+189.45
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
0.00
-100%
-14811.55
Kurs
HKD/IDR 1,888
USD/IDR 14,835
Emas
871,303 / gram

Unggul Tipis, Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp14.315 per Dolar AS

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Selasa, 18 Januari 2022 10:00 WIB
Rupiah naik 9 poin atau 0,06% di harga Rp14.315 per 1 dolar AS.
Unggul Tipis, Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp14.315 per Dolar AS (FOTO:MNC Media)
Unggul Tipis, Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp14.315 per Dolar AS (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Nilai mata uang rupiah hari ini menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat Selasa pagi (18/1/2022). 

Berdasarkan pantauan di pasar spot Bloomberg hingga pukul 09:13 WIB, rupiah naik 9 poin atau 0,06% di harga Rp14.315 per 1 dolar AS. 

Pasar uang di kawasan Asia Pasifik sebagian besar menang atas Dolar, seperti Yuan China menguat 0,08% di 6,3433, Yen Jepang unggul 0,09% di 114,50, dan Baht Thailand menanjak 0,56% di 32,905. Dolar Hong Kong melambung 0,01% di 7,7899, sedangkan Dolar Australia tertekan -0,15% di 0,7221. 

Adapun Won Korea Selatan tumbuh 0,27% di 1.187,81, Ringgit Malaysia anjlok -0,04% di 4,1835, dan Dolar Singapura menguat 0,11% di 1,3465. Peso Filipina koreksi -0,02% di 51,250, dan Dolar Taiwan menanjak 0,01% di 27,504. 

Indeks Dolar AS yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang pagi ini mengalami koreksi -0,12% menjadi 95,14. Penurunan ini terjadi bahkan ketika imbal hasil / yield obligasi AS terus naik hingga mencapai titik tertinggi baru. 

Yields obligasi untuk jangka dua tahun naik di atas 1%. Penguatan tersebut jadi pertama kalinya sejak Februari 2020 saat pembukaan di pasar Asia. Investor instrumen obligasi mengharapkan Federal Reserve dapat mulai menaikkan suku bunga segera setelah Maret, meskipun indeks dolar masih negatif 0,52% tahun ini. 

"Yang menjadi pertanyaan bagi semua orang saat ini adalah apakah membeli dolar karena ada kenaikan imbal hasil, atau justru menunggu banyak berita yang mendukung dolar," kata Ray Attrill, analis mata uang di National Australia Bank, dilansir Reuters, Selasa (18/1/2022). 

Ray menyatakan belum meyakini bahwa investor akan bereaksi lebih cepat terhadap dolar yang dinilai dapat mencapai puncaknya menjelang Fed menaikkan suku bunga, bahkan ketika investor masuk untuk mengantisipasi lonjakan pertumbuhan ekonomi global. 

Saat ini, pasar uang masih menunggu pertemuan bulanan Federal Reserve pada 25-26 Januari 2022 mendatang. Rapat Fed diperkirakan tidak akan segera menaikkan suku bunga, tetapi lebih ke pernyataan yang bernada hawkish yang akan hadir dari dalam maupun luar bank sentral. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD