sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Berakhir Melemah di Tengah Lonjakan Obligasi Treasury

Market news editor Kunthi Fahmar Sandy
11/09/2026 06:54 WIB
Wall Street atau bursa saham AS ditutup melemah pada hari Kamis di tengah lonjakan imbal hasil (yield) obligasi Treasury, setelah laporan inflasi
Wall Street Berakhir Melemah di Tengah Lonjakan Obligasi Treasury (FOTO:iNews Media Group)
Wall Street Berakhir Melemah di Tengah Lonjakan Obligasi Treasury (FOTO:iNews Media Group)

"Meskipun The Fed biasanya menghindari tindakan kebijakan yang signifikan seperti perubahan suku bunga menjelang pemilihan umum, kali ini situasinya mungkin berbeda," ujar Oliver Pursche, Senior Vice President di Wealthspire Advisors, kepada Investing.com.

"Ada argumen yang semakin kuat untuk menaikkan suku bunga minggu depan, meskipun tentu saja bukan argumen yang mutlak tak terbantahkan. Terlebih lagi, dengan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, Ketua The Fed (Kevin) Warsh dapat menunjukkan kepada pelaku pasar bahwa ia dan The Fed tetap independen dan bebas dari pengaruh politik. Hal ini kemungkinan besar akan disambut baik oleh para investor," tutur dia.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS juga naik setelah rilis data PPI, seiring dengan aksi jual obligasi. Imbal hasil acuan tenor 10 tahun terakhir tercatat naik 12,4 basis poin menjadi 4,961 persen, level tertinggi sejak Oktober 2023. Sementara itu, imbal hasil tenor 2 tahun naik 14 basis poin menjadi 4,567 persen, level tertinggi sejak Juli 2024. Namun, pasar obligasi juga sempat terpuruk pada sesi sebelumnya setelah pembaruan informasi mengenai program pembelian kembali (buyback) obligasi oleh Departemen Keuangan AS ternyata mengecewakan para investor.

Di sisi lain, Departemen tersebut menyatakan akan membeli kembali obligasi dengan tenor 10 hingga 20 tahun senilai hingga USD6 miliar, atau tiga kali lipat dari target sebelumnya. 

Bulan lalu, Departemen Keuangan mengumumkan niatnya untuk meningkatkan volume pembelian kembali obligasi jangka panjang menjadi setidaknya USD4 miliar sebagai langkah intervensi mendadak guna meredam aksi jual besar-besaran di pasar obligasi. Padahal, pelaku pasar sebelumnya memperkirakan nilai pembelian kembali bisa mencapai USD10 miliar.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement