sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Bergerak Variatif, Pasar Cermati Prospek AI hingga Risiko Geopolitik Timur Tengah

Market news editor Desi Angriani
07/07/2026 21:43 WIB
Investor mencermati keberlanjutan reli sektor kecerdasan buatan hingga risalah rapat Federal Reserve (The Fed).
Wall Street Bergerak Variatif, Pasar Cermati Prospek AI hingga Risiko Geopolitik Timur Tengah (Foto: dok AP)
Wall Street Bergerak Variatif, Pasar Cermati Prospek AI hingga Risiko Geopolitik Timur Tengah (Foto: dok AP)

IDXChannel - Wall Street dibuka beragam pada perdagangan Selasa (7/7/2026) waktu setempat. Investor mencermati keberlanjutan reli sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), risalah rapat Federal Reserve (The Fed), hingga memanasnya kembali ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Melansir Investing, indeks S&P 500 turun 0,1 persen ke level 7.532,14. Indeks teknologi Nasdaq Composite melemah 0,5 persen menjadi 25.999,70, sementara Dow Jones Industrial Average justru menguat 0,4 persen ke posisi 53.265,94.

Pergerakan tersebut terjadi setelah Wall Street ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones bahkan berhasil menembus level 53.000 untuk pertama kalinya, ditopang lonjakan saham-saham teknologi, khususnya produsen semikonduktor seperti Advanced Micro Devices (AMD), Western Digital, dan Broadcom.

Sentimen positif sebelumnya juga didorong kabar kerja sama Broadcom dengan Apple dalam pengembangan chip khusus, sehingga mengangkat indeks Philadelphia Semiconductor yang melacak kinerja saham-saham semikonduktor.

Meski demikian, optimisme terhadap sektor AI mulai diuji. Pelaku pasar mempertanyakan apakah belanja besar-besaran untuk pengembangan AI mampu menghasilkan imbal balik yang sepadan dalam jangka panjang.

Indikasi kuatnya permintaan terhadap infrastruktur AI sebenarnya masih terlihat dari kinerja Samsung Electronics. Raksasa teknologi Korea Selatan itu melaporkan laba operasi kuartal II-2026 melonjak hampir 20 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi sekitar 89,4 triliun won atau sekitar USD58 miliar.

Namun, di luar ekspektasi tersebut, saham Samsung justru anjlok lebih dari 6 persen dalam perdagangan di Seoul. Kondisi ini mencerminkan tingginya ekspektasi investor terhadap emiten-emiten semikonduktor, sehingga kinerja yang sangat kuat pun belum tentu mampu memuaskan pasar.

Analis Vital Knowledge menilai, musim laporan keuangan kuartal II berpotensi menjadi ujian bagi saham-saham teknologi. Meski laba perusahaan diperkirakan tetap solid, ekspektasi pasar yang sudah sangat tinggi membuat ruang untuk mengejutkan investor menjadi semakin sempit.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement