Indikasi kuatnya permintaan terhadap infrastruktur AI sebenarnya masih terlihat dari kinerja Samsung Electronics. Raksasa teknologi Korea Selatan itu melaporkan laba operasi kuartal II-2026 melonjak hampir 20 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi sekitar 89,4 triliun won atau sekitar USD58 miliar.
Namun, di luar ekspektasi tersebut, saham Samsung justru anjlok lebih dari 6 persen dalam perdagangan di Seoul. Kondisi ini mencerminkan tingginya ekspektasi investor terhadap emiten-emiten semikonduktor, sehingga kinerja yang sangat kuat pun belum tentu mampu memuaskan pasar.
Analis Vital Knowledge menilai, musim laporan keuangan kuartal II berpotensi menjadi ujian bagi saham-saham teknologi. Meski laba perusahaan diperkirakan tetap solid, ekspektasi pasar yang sudah sangat tinggi membuat ruang untuk mengejutkan investor menjadi semakin sempit.
(DESI ANGRIANI)