IDXChannel - Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Rabu, (8/7/2026) waktu setempat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan damai sementara dengan Iran telah berakhir.
Pernyataan tersebut kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Melansir Investing, indeks S&P 500 turun 0,6 persen ke level 7.456,89. Sementara itu, Nasdaq Composite melemah 0,3 persen menjadi 25.731,90 dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 1 persen ke posisi 52.411,17.
Dalam pernyataannya di sela-sela KTT NATO di Turki, Trump menuding Teheran melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati kedua pihak.
"Kami membuat kesepakatan, semua sudah setuju. Tidak ada senjata nuklir. Lalu mereka keluar dan berbicara kepada pers seolah kami tidak pernah membahasnya. Ada yang salah dengan mereka. Mereka sudah tidak waras. Bagi saya, semuanya sudah berakhir," ujar Trump.
Komentar tersebut memperburuk sentimen pasar yang sebelumnya telah dibayangi oleh meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah. Militer Iran pada Rabu mengklaim telah menyerang fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain sebagai balasan atas serangan Washington terhadap sejumlah target di Iran serta pencabutan pengecualian sanksi untuk ekspor minyak Iran.
Eskalasi konflik ini mendorong harga minyak mentah melonjak tajam, sehingga kembali memunculkan kekhawatiran bahwa inflasi berbasis energi dapat mempersulit langkah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Chief Market Analyst CMC Markets Andreas Lipkow mengatakan perkembangan terbaru di Timur Tengah memaksa pelaku pasar kembali memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam valuasi aset.
"Beberapa pekan terakhir investor mulai kembali fokus pada pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan arah kebijakan bank sentral. Namun perkembangan hari ini menjadi pengingat bahwa risiko geopolitik dapat dengan cepat kembali mendominasi perhatian pasar," ujarnya.
Selain perkembangan geopolitik, investor juga menantikan risalah rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) bulan Juni yang dijadwalkan dirilis pada Rabu waktu AS.
Di sisi lain, pasar juga mulai mengalihkan perhatian pada musim laporan keuangan kuartal II-2026. Produsen jeans Levi Strauss & Co dijadwalkan merilis kinerja sebelum pembukaan perdagangan Rabu, disusul Pepsico pada Kamis dan maskapai Delta Air Lines pada Jumat (10/7/2026).
(DESI ANGRIANI)