sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Melemah Usai Anthropic Umumkan Perangkat AI Baru

Market news editor Nia Deviyana
24/02/2026 22:37 WIB
Indeks-indeks utama Wall Street melemah pada Selasa (24/2/2026) seiring investor mencermati pengumuman Anthropic terkait sejumlah perangkat AI baru.
Wall Street Dibuka Melemah Usai Anthropic Umumkan Perangkat AI Baru. Foto: AP.
Wall Street Dibuka Melemah Usai Anthropic Umumkan Perangkat AI Baru. Foto: AP.

IDXChannel - Indeks-indeks utama Wall Street melemah pada Selasa (24/2/2026) seiring investor mencermati pengumuman Anthropic terkait sejumlah perangkat AI baru. Termasuk, modul integrasi yang dapat membantu tugas perbankan investasi, private equity, rekayasa, dan desain.

Melansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 7,93 poin atau 0,01 persen ke 48.789,46, indeks S&P 500 melemah 4,18 poin atau 0,06 persen ke 6.832,89, sementara Nasdaq Composite naik 2,66 poin atau 0,02 persen ke 22.635,01.

Anthropic meluncurkan 10 cara baru bagi pelanggan bisnis untuk mengintegrasikan teknologinya ke berbagai area utama pekerjaan mereka, beberapa pekan setelah peluncuran sebelumnya memicu aksi jual agresif pada saham-saham perusahaan perangkat lunak tradisional.

Sebelumnya, pada perdagangan pra pasar, saham Advanced Micro Devices memimpin kenaikan hampir 10 persen setelah produsen chip tersebut setuju untuk menjual chip AI hingga USD60 miliar kepada Meta Platforms selama lima tahun.

Sejumlah saham perangkat lunak dan pembayaran juga turun di Wall Street pada Senin. Saham International Business Machines (IBM) anjlok lebih dari 13 persen, penurunan harian terbesar sejak akhir 2000, setelah startup AI Anthropic menyatakan bahwa alat Claude Code miliknya dapat digunakan untuk memodernisasi bahasa pemrograman yang berjalan di sistem perusahaan tersebut. 

Saham IBM naik 0,5 persen dalam perdagangan prapembukaan.

Skala pinjaman dan belanja perusahaan untuk AI yang terus membesar kini menimbulkan kekhawatiran. Apalagi perusahaan-perusahaan yang menjadi motor ledakan teknologi ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pergerakan pasar.

Namun, di tengah volatilitas terbaru, indeks S&P 500 sendiri hanya sekitar 2,5 persen di bawah rekor tertinggi.

“Sejauh ini, belum ada yang benar-benar menjadi pukulan telak bagi pasar saham, di mana S&P 500 berfluktuasi dalam kisaran sempit 6.775–7.000 sejak awal tahun. Namun, laporan Nvidia besok malam bisa menjadi cerita besar berikutnya,” kata analis ING, Chris Turner. 

Produsen chip AI Nvidia, yang akan melaporkan laba setelah penutupan pasar pada Rabu, menyumbang sekitar 8 persem dari keseluruhan indeks S&P 500.

Di sisi lai, sentimen tarif juga masih membayangi pasar setelah Mahkamah Agung memutuskan pada Jumat bahwa tarif darurat Presiden AS Donald Trump melanggar hukum. Hal tersebut memicu Trump mengumumkan tarif menyeluruh sebesar 10 persen yang mulai berlaku pada Selasa. 

Trump juga mengatakan tarif tersebut akan menjadi 15 persen, namun belum jelas kapan atau apakah kebijakan itu benar-benar akan diterapkan.

Para importir berpotensi menerima pengembalian dana miliaran dolar, sementara mitra dagang dan investor masih belum mendapatkan kejelasan mengenai status berbagai perjanjian tarif yang sudah ada.

Pada Senin, Trump memperingatkan negara-negara agar tidak mundur dari kesepakatan dagang yang baru saja dinegosiasikan dengan AS setelah putusan Mahkamah Agung terkait tarif. Dia juga menyatakan akan mengenakan bea masuk yang jauh lebih tinggi melalui undang-undang perdagangan lainnya.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement