sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Naik Tipis, Investor Cermati Dinamika Konflik Timur Tengah 

Market news editor Rahmat Fiansyah
06/04/2026 22:29 WIB
Indeks utama Wall Street dibuka menguat tipis pada perdagangan Senin (6/4/2026) di tengah dinamika konflik Timur Tengah.
Indeks utama Wall Street dibuka menguat tipis pada perdagangan Senin (6/4/2026) di tengah dinamika konflik Timur Tengah. (Foto: Freepik)
Indeks utama Wall Street dibuka menguat tipis pada perdagangan Senin (6/4/2026) di tengah dinamika konflik Timur Tengah. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Indeks utama Wall Street dibuka menguat tipis pada perdagangan Senin (6/4/2026) setelah mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam empat bulan terakhir. Investor masih mencermati peluang berakhirnya konflik di Timur Tengah yang mempengaruhi sentimen pasar global.

Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan sedang membahas kerangka rencana untuk mengakhiri konflik, meskipun Iran menolak langkah segera untuk membuka kembali Selat Hormuz. Presiden AS, Donald Trump menetapkan tenggat waktu Selasa untuk pembukaan kembali jalur tersebut.

Kendati begitu, investor mendapat sentimen positif dari laporan bahwa AS, Iran, dan sejumlah mediator regional sedang membahas kemungkinan gencatan senjata selama 45 hari. 

“Pasar saham adalah indikator yang sangat baik untuk aktivitas di masa depan. Investor memperkirakan pemulihan setelah aksi jual yang terjadi sebelumnya. Wall Street masih bersikap wait and see, tetapi pasar bertaruh hasil akhirnya akan positif,” kata  Kepala Strategi Investasi CFRA Research, Sam Stovall dikutip dari Reuters.

Sektor teknologi pada indeks S&P 500 menjadi pendorong utama penguatan dengan kenaikan sekitar 0,4 persen, dipimpin saham perusahaan chip. Saham Seagate melonjak setelah Morgan Stanley memasukkannya ke dalam daftar saham unggulan. Sementara itu, saham sektor industri dan pertambangan justru melemah.

Kenaikan saham JPMorgan Chase dan Goldman Sachs turut mendorong indeks Dow Jones. Pada pukul 10.02 waktu setempat, Dow Jones naik 68,86 poin menjadi 46.573,53, S&P 500 naik 22,22 poin menjadi 6.604,91, dan Nasdaq Composite naik 117,62 poin menjadi 21.992,14.

Volume perdagangan relatif tipis karena banyak pasar di Eropa dan Asia tutup akibat libur nasional. Indeks volatilitas CBOE atau VIX yang dikenal sebagai indikator ketakutan pasar naik tipis menjadi 24,34.

Pasar juga akan mencermati data inflasi AS pekan ini untuk melihat dampak kenaikan harga energi akibat konflik terhadap ekonomi domestik. Data tenaga kerja AS sebelumnya menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja pada Maret lebih kuat dari perkiraan sehingga membuka peluang bank sentral menahan suku bunga lebih lama.

Di sisi lain, saham Soleno Therapeutics melonjak setelah Neurocrine Biosciences menyetujui akuisisi senilai USD2,9 miliar. Saham perusahaan terkait kripto seperti Coinbase dan Strategy juga naik seiring kenaikan harga bitcoin. Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik lebih banyak dibanding yang turun di Bursa New York dan Nasdaq.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement