Pada hari Jumat, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan penambahan 162.000 lapangan kerja sektor non-pertanian (nonfarm payrolls) pada bulan Agustus. Angka yang hampir tiga kali lipat dari perkiraan awal sebesar 55.000.
Sedangkan tingkat pengangguran tetap stabil di angka 4,1 persen. Sementara itu, total data nonfarm payrolls untuk bulan Juni dan Juli direvisi naik dengan total gabungan sebesar 55.000.
Data tersebut mengindikasikan ketangguhan pasar tenaga kerja AS. Hal ini, ditambah dengan inflasi tinggi yang menunjukkan kondisi ekonomi mengalami overheating (tumbuh terlalu cepat) di tengah tekanan harga.
Dalam situasi seperti ini, bank sentral biasanya mempertimbangkan pengetatan kebijakan. Pelaku pasar merespons ekspektasi tersebut dengan meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin oleh The Fed pada akhir bulan ini (yang kini berada di kisaran 60 persen), menurut perangkat CME FedWatch.
Data ini juga muncul setelah adanya sinyal yang beragam dari para pengambil kebijakan. Ketua The Fed, Kevin Warsh, menunjukkan sikap yang hawkish dalam pidatonya di Jackson Hole pada akhir Agustus. Sikap tersebut diimbangi oleh pernyataan bernada dovish pada pekan lalu dari anggota pemungutan suara Federal Open Market Committee (FOMC), yakni Presiden The Fed New York John Williams dan Gubernur Christopher Waller.