sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Melemah Sepanjang Pekan Akibat Lonjakan Harga Minyak dan Spekulasi Kenaikan Suku Bunga

Market news editor Febrina Ratna Iskana
12/09/2026 08:02 WIB
Secara mingguan, S&P turun 0,8 persen, Nasdaq turun 0,7 persen, dan Dow turun 1,6 persen.
Wall Street Melemah Sepanjang Pekan Akibat Lonjakan Harga Minyak dan Spekulasi Kenaikan Suku Bunga. (Foto: iNews Media Group)
Wall Street Melemah Sepanjang Pekan Akibat Lonjakan Harga Minyak dan Spekulasi Kenaikan Suku Bunga. (Foto: iNews Media Group)

"Menurut pendapat saya, kredibilitas The Fed lebih penting daripada kenaikan 25 basis poin. Kebijakan moneter tidak mendapatkan pengecualian di tahun pemilihan umum. Ketua Warsh perlu menunjukkan bahwa keputusan didasarkan pada data dan mandat The Fed—bukan pada kalender politik. Data saat ini menuntut adanya kenaikan suku bunga," ujar Lip.

Lebih lanjut, dia mengatakan geopolitik menjadi masalah pasar yang berkepanjangan ketika hal itu berubah menjadi masalah inflasi—dan indikator geopolitik terpenting bagi pasar saat ini adalah harga minyak. Berita utama terkait diplomasi memang menjanjikan, namun investor sebaiknya berfokus pada data volume minyak (dalam barel) dan lalu lintas pelayaran untuk membedakan antara kemajuan diplomasi dan perbaikan nyata dalam arus pasokan energi.

Harga minyak sedikit melandai, namun tetap berada di jalur kenaikan lebih dari 18 persen dalam dua minggu.

Berita utama diplomasi yang dimaksud Lip adalah laporan Financial Times yang menyebutkan bahwa Oman memelopori pertemuan antara negara-negara utama Teluk dan Iran untuk membahas kesepakatan pemulihan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. Menurut FT, pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Senin di kota Salalah, Oman.

Harga minyak turun merespons laporan tersebut, mencerminkan adanya harapan akan meredanya ketegangan konflik di Timur Tengah dan pulihnya arus pasokan minyak.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement