Trump dan para pembantunya telah menilai bahwa misi untuk membuka blokade selat akan mendorong jangka waktu serangan melampaui jangka waktu empat hingga enam minggu yang telah ditetapkannya, lapor WSJ.
Trump malah memutuskan bahwa AS harus menyerang angkatan laut dan persediaan rudal Iran dengan keras dan mengejar pengurangan permusuhan sambil menekan Teheran melalui diplomasi, catat laporan tersebut.
Mengutip pejabat pemerintah, Washington akan mengandalkan sekutu di Eropa dan Teluk Persia untuk memimpin di selat tersebut jika upaya itu gagal.
Selat Hormuz telah menjadi titik fokus utama perang AS-Israel terhadap Iran, dengan Teheran secara efektif memblokir jalur tersebut dengan ranjau dan serangan rudal. Sekitar seperlima dari minyak dunia mengalir melalui jalur air sempit di lepas pantai selatan Iran tersebut.
Pekan lalu, Trump menetapkan tenggat waktu 6 April 2026 bagi Teheran untuk membuka kembali selat tersebut atau menghadapi serangan AS terhadap infrastruktur energi dan air utamanya. Namun, Iran sebagian besar menolak seruan untuk membuka blokade selat tersebut dan telah menyerang kapal tanker yang mencoba melewati Hormuz dalam sebulan terakhir.