IDXChannel – Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada Jumat (27/3/2026) waktu setempat. Pelemahan tersebut menandai penurunan selama lima pekan berturut-turut yang merupakan terpanjang dalam hampir empat tahun terakhir.
Dikutip dari AP, indeks S&P 500 turun 1,7 persen dan mencatatkan kinerja mingguan terburuk sejak perang AS dan Iran dimulai. Dow Jones Industrial Average anjlok 793 poin atau 1,7 persen, sekaligus terkoreksi lebih dari 10 persen dari rekor tertingginya bulan lalu. Sementara itu, Nasdaq Composite merosot 2,1 persen.
Penurunan Dow tersebut menegaskan indeks tersebut telah masuk fase koreksi, yang umumnya didefinisikan sebagai penurunan 10 persen dari puncaknya. Dow menyusul Nasdaq yang lebih dulu menembus ambang koreksi sehari sebelumnya.
Pelemahan ini memutus pola pergerakan pasar sepanjang pekan yang cenderung fluktuatif, seiring harapan terhadap potensi berakhirnya perang yang naik-turun setiap hari.
Presiden AS, Donald Trump sempat memberikan sinyal harapan dengan menunda tenggat ancaman serangan terhadap fasilitas listrik Iran hingga 6 April, jika Iran tidak membuka kembali jalur tanker minyak melalui Selat Hormuz.