AALI
9775
ABBA
290
ABDA
7475
ABMM
1385
ACES
1350
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3510
ADHI
820
ADMF
7550
ADMG
195
ADRO
2250
AGAR
362
AGII
1440
AGRO
1365
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
178
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
790
AKSI
815
ALDO
1410
ALKA
334
ALMI
298
ALTO
254
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.71
-0.56%
-2.85
IHSG
6604.45
-0.15%
-9.61
LQ45
940.01
-0.51%
-4.81
HSI
24064.06
-0.2%
-48.72
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
16950.91
-1.56%
-268.15
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,548 / gram

Risiko Besar Beli Follower untuk Akun Media Sosial, Rawan Suspend Salah Satunya

MILENOMIC
Intan Rakhmayanti
Senin, 19 Juli 2021 15:33 WIB
Jangan gegabah beli followers karena akan menimbulkan beberapa hal, seperti misalnya menurunkan reputasi suatu akun hingga suspend.
Risiko Besar Beli Follower untuk Akun Media Sosial, Rawan Suspend Salah Satunya (Dok.MNC Media)
Risiko Besar Beli Follower untuk Akun Media Sosial, Rawan Suspend Salah Satunya (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Jumlah followers atau pengikut di media sosial kerap kali mempengaruhi nilai suatu akun. Tak heran, banyak yang tergiur dengan menggunakan jasa tambah followers dengan cara membelinya.

Yang jadi catatan, platform media sosial baik Twitter, Instagram, Facebook, TikTok dan lainnya sama-sama melarang penggunaan followers palsu.

Mereka selalu mengawasi akun-akun yang memiliki aktivitas mencurigakan. Bahkan tak segan untuk membekukan sementara akun tersebut.

Adapun dampak membeli followers tidak disarankan karena akan menimbulkan beberapa hal, seperti misalnya menurunkan reputasi suatu akun.

Lalu apa saja akibat yang didapat jika membeli followers? Dikutip dari Instagram Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), berikut ini  4 bahaya akibar beli followers.

1. Interaksi menjadi rendah

Saat membeli followers, akun yang didapatkan adalah  akun palsu atau bot. Jadi hanya secara jumlah angka yang bertambah, tapi tidak ada interaksi.

2. Sulit mengukur performa

Akun Instagram yang memiliki followers palsu bisa membuat knerjanya sulit diukur berdasarkan data. Salah satunya kerena jumlah interaksi tidak sesuai atau relatif kecil dibandingkan jumlah followers.

3. Menurunkan reputasi

Follower palsu sangat mudah dilacak. Pengguna bisa langsung memerika akun palsu dengan karena memiliki ciri khas tertentu atau menggunakan tools persentase fake followers.

4. Rawan kena suspend atau pemblokiran akun

Platform media sosial seperti Instagram sering melakukan pengecekan atau bersih-bersih akun yang dicurigai.  Jika akun terdeteksi  memiliki followers palsu dan tidak wajar, tidak menutup kemungkinan pihak perusahaan akan memblokir akun tersebut.

Jadi perlu diingat ya, banyaknya jumlah followers bukan menjadi jaminan kualitas sebuah akun. Oleh karena itu buatlah konten yang menarik perhatian followers organik agar mendapatkan engagement yang optimal.
 
(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD